Sunday, February 1, 2009

Belajar dari Kepemimpinan Cheng Ho

Pendaratan Cheng Ho di Semarang akan diperingati secara besar-besaran. Cheng Ho adalah bahariwan besar, mendahului para pelaut besar Eropa seperti Columbus dan Vasco da Gama. Armadanya juga jauh lebih besar, 200 kapal (bandingkan dengan Columbus yang hanya tiga kapal).

Memimpin tujuh kali ekspedisi mengarungi jarak lebih dari 50.000 kilometer pada kurun waktu itu adalah prestasi yang fenomenal, membutuhkan kepemimpinan yang sangat kuat. 600 tahun yang lalu, memimpin armada yang melibatkan 200 kapal dengan 27.000 awak kapal tentu bukan hal mudah.

Hal itu memperlihatkan kepiawaian pemimpin yang disertai managerial skill yang tinggi. Dia tentu memiliki visi yang kuat dan merasuk pada pengikutnya, shared vision, sehingga dia mampu memobilisasi pengikutnya dalam koordinasi yang bagus.

Misi yang diembannya juga tergolong mulia. Bayangkan saja jika armada yang dipimpinnya saat itu menyerang dan menjajah negeri ini.

Dengan melihat perbandingan kekuatan yang ada, secara teknis armada Cheng Ho mempunyai peluang cukup besar untuk memenangkannya. Tetapi yang mereka lakukan justru menebar misi damai. Sebuah misi untuk menunjukkan keagungan dinasti Ming dan tingginya kebudayaan Tiongkok.

Faktor respek

Dalam menjalankan misinya, dia mengedepankan pendekatan multikulturalisme.

Dia menghormati dimensi kultural yang dianut masyarakat setempat berupa bahasa, nilai-nilai, pola berpikir, agama, artefak, dan orientasi terhadap waktu dan ruang.

Respek atas perspektif lain ini membantunya memotret situasi dengan tepat dan cepat (quick to see). Sikap ini mendatangkan pemahaman dan kearifan dalam menyikapi perilaku dan sikap pada konteks budaya yang berbeda (quick to learn).

Hal ini menjadi faktor kritis yang meningkatkan fleksibilitas dalam bertindak (quick to decide) dan berinteraksi sehingga terbinanya hubungan yang erat tanpa mengesampingkan pencapaian hasil.

Penggunaan soft power seperti ini menuntut kerja keras dari pemimpin, lebih dari penggunaan ke-kerasan. Betapa tidak, dia harus dapat meyakinkan anak buahnya bahwa cara ini dapat berhasil. Dengan berbagai tantangan dan cobaan, dia harus dapat memupuk keyakinan itu dan memelihara semangat untuk berusaha mencapainya.

Tenaga penggerak

Sebagai pemimpin, komitmennya menjadi acuan dalam menggerakkan komitmen anak buahnya. Dari perjalanan waktu untuk mencapai tujuan tersebut selalu berhadapan dengan proses perubahan, baik perubahan internal maupun perubahan eksternal.

Kadang-kadang perubahan itu bersifat ekstrim sehingga menimbulkan krisis yang dapat menimbulkan keraguan dan pesimisme.

Padahal, antusiasme memainkan peran yang sangat penting dalam pencapaian tujuan. Sudah menjadi tugasnya selaku pemimpin untuk selalu meniupkan rasa antusias kepada seluruh anak buahnya.

Kemampuan memotivasi, memberi teladan, dan memberi inspirasi menjadi tuntutan yang tak terelakkan. Secara nyata toleransi dan empati ditunjukkannya dalam banyak hal, bukan sebatas retorika belaka.

Ada kisah menarik dalam kunjungannya ke Majapahit yang saat itu sedang dilanda perang saudara dengan kubu Blambangan. Ketika berada di pantai utara Jawa, orang kedua dalam armada itu, Wang Jinghong, menderita sakit keras.

Beberapa sumber sejarah mengatakan dia menderita sakit cacar air yang parah, dan tergolong penyakit menular. Mengingat kondisi kesehatan orang kepercayaannya, Cheng Ho menurunkan Wang Jinghong di Pelabuhan Simongan (sekarang bernama Mangkang) Semarang.

Penuh perhatian

Di situ Wang Jinghong dirawat di dalam sebuah gua untuk menghindarkan penularan penyakit ke anak buahnya yang lain. Bahkan, beberapa sumber menyatakan bahwa dengan tangannya sendiri Cheng Ho merawatnya, termasuk meramu obat-obatan untuknya.

Bayangkan, seorang laksamana yang memimpin tidak kurang dari 30.000 orang di lebih dari 70 kapal dalam suatu misi penting, begitu memperhatikan orang kepercayaannya.

Selama merawat Wang Jinghong, kendali armadanya dia serahkan pada orang yang ditunjuknya. Padahal dengan kekuasaannya, mudah saja bagi laksamana Cheng Ho untuk menunjuk anak buahnya untuk merawat Wang Jinghong sementara dia tetap memimpin armada lautnya.

Waktu yang tepat

Saat kondisi Wang Jinghong membaik, Ceng Ho meninggalkannya berikut 10 awak kapal untuk menjaganya. Dia kembali memimpin armada lautnya untuk melaksanakan misi utama yang diembannya setelah memastikan bahwa wakilnya ini sudah dalam kondisi aman dan tinggal menunggu pemulihan saja.

Integritas kepemimpinan Cheng Ho yang ditunjukkan dalam kepeduliannya terhadap Wang Jinghong sebagai wakilnya sangat dirasakan oleh semua anak buahnya.

Sebagai gantinya, dia juga mendapatkan tidak saja respek, tetapi totalitas dari seluruh anak buahnya. Tidak heran jika Laksamana Cheng Ho sukses dalam setiap kesempatan.

Bahkan, sebagai tanda terima kasih kepada Cheng Ho, Wang Jinghong mendirikan patung Cheng Ho di gua Simongan.

Itulah awal dari legenda patung Sam Po Kong yang kemudian menjadi asal muasal Kelenteng Sam Po Kong Semarang yang setiap 1 dan 15 bulan Imlek ramai dikunjungi orang.

Kepemimpinan Cheng Ho, sungguh layak untuk diteladani.
artikel diambil dari
www.plasbisnis.com

Thursday, January 15, 2009

Good Planning For Quality of Life

Artikel taken from Helpfuture.com
Everyone of course want to got a happy and prosperous life. Although its parameters are very subjective, but in some things we agreed to make several factors in life such as health, finance, jobs and children as a factor that affects the achievement of a happy life.
It is not difficult to achieve a happy life, but good planning is required in each step or decision that we took. From time to time in all parameters in the life we through must be increase positively. Periodically, at the end of each year, for example, try to make an evaluation of several factors that influence directly and indirectly to the improvement of the quality of life such as financial, health and employment.
In financial case we often feel that our income is not enough to meet the needs of life, whereas with good planning is actually quite a lot of money we can save to add our savings or deposits in the bank. Besides, in healthy case, try to be more healthy life from time to time. Starting from simple things such as the type of food we consume up to the control of body weight. For all parents, making a good plan for children’s education and train them is the factor that need attention seriously. Then, work and career, is quite satisfied with the career that we have achieved at this time ..?
Several factors are very influential on our lives. And many people need a consultant services to set up or planning to do better against some of these factors in order to get a better life. Early years is the right time to make up the re-evaluation for all things related to our life in order to get the happier live.